Jakarta – Daihatsu secara global mengumumkan telah ditemukan manipulasi uji tabrak terhadap beberapa mobil buatannya. Daihatsu mengakui telah melakukan manipulasi tersebut terhadap mobil-mobil buatannya, termasuk mobil bermerek Toyota.

Dalam siaran persnya, Daihatsu mengonfirmasi tindakan manipulasi dalam permohonan sertifikat uji benturan samping terhadap empat mobil untuk pasar luar Jepang. Pabrikan asal Jepang itu meminta maaf atas kejadian ini.

“Kami sangat meminta maaf karena telah mengkhianati kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya serta telah menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang besar,” tulis Daihatsu Global dalam keterangan persnya.

Terkait adanya laporan ini, Daihatsu langsung melakukan investigasi. Hasilnya, Daihatsu memastikan ada pelanggaran yang telah dilakukan.

“Daihatsu telah mengkonfirmasi bahwa dalam tes tabrakan samping kendaraan, lapisan dalam pintu depan dimodifikasi secara tidak benar, dan terdapat pelanggaran prosedur dan metode pengujian tabrakan samping yang diatur oleh peraturan,” katanya.

Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani memastikan, mobil-mobil Daihatsu yang dijual di Indonesia tidak terlibat skandal manipulasi uji tabrak samping ini.

“Untuk Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia tidak terdampak sama sekali terhadap masalah ini. Jadi pelanggan tetap dapat menggunakan kendaraan Daihatsu dengan aman dan nyaman,” kata Sri Agung kepada detikcom.

“Kendaraan Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia sudah memenuhi ketentuan standar yang berlaku,” sebutnya.

Sampai dengan akhir Maret 2023, totalnya ada 88.123 unit mobil yang terdampak skandal ini. Adapun mobil-mobil yang terlibat antara lain Toyota Yaris Ativ (Vios) Produksi Agustus 2022 yang diproduksi di Thailand/Malaysia dan dipasarkan di Thailand, negara-negara di Teluk Arab, Meksiko dan lain-lain. Total ada 76.289 unit. Selanjutnya Perodua Axia (kembaran Daihatsu Ayla/Toyota Agya di Malaysia), produksi Malaysia, Februari 2023 yang dipasarkan di Malaysia. Total sebanyak 11.834 unit.

Kemudian Toyota Agya yang direncanakan diproduksi di Indonesia Juni 2023 untuk pasar Ekuador. Namun, Agya yang terlibat ini belum diproduksi sehingga tidak ada unit yang terdampak. Terakhir satu model yang sedang dikembangkan. Tapi, Daihatsu tidak menyebutkan model tersebut dan belum ada unit yang terdampak.

(rgr/din)